Menjelang akhir tahun, udara dipenuhi aroma rempah-rempah, daging panggang, dan kudapan manis, yang menandakan datangnya musim liburan. Di seluruh dunia, keluarga berkumpul untuk merayakan, sering kali menyajikan hidangan ikonik yang telah diwariskan turun-temurun. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa makanan liburan yang disukai ini, makna budayanya, dan bagaimana makanan tersebut mempererat hubungan antarmanusia.
Di Amerika Serikat, Thanksgiving identik dengan kalkun panggang. Unggas yang lezat ini, yang sering diisi dengan campuran roti gurih, rempah-rempah, dan herba, menjadi hidangan utama dalam pesta tersebut. Tradisi Thanksgiving sudah ada sejak awal abad ke-17, yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan.
Di seluruh Eropa, angsa panggang sering menghiasi meja makan selama perayaan Natal. Hidangan ini sangat populer di Jerman dan Inggris. Kulitnya biasanya renyah sempurna, sementara dagingnya tetap berair dan beraroma, sering kali disertai dengan lauk tradisional seperti kubis merah dan pangsit.
Natal di Italia tidak akan lengkap tanpa panettone, roti manis yang diisi dengan buah manisan dan terkadang cokelat. Berasal dari Milan, hidangan penutup berbentuk kubah tinggi ini telah menjadi makanan pokok di seluruh dunia, sering kali disajikan dalam kotak yang dikemas dengan cantik.
Di banyak negara Amerika Latin, dulce de leche merupakan sajian yang digemari selama acara kumpul-kumpul di hari raya. Manisan yang kaya rasa seperti karamel ini digunakan dalam berbagai hidangan penutup, seperti alfajores, kue lapis lezat yang lumer di mulut.
Borscht, sup bit yang berwarna-warni, merupakan makanan pokok di banyak negara Eropa Timur, terutama saat makan malam Natal. Sering disajikan dengan sesendok krim asam dan ditemani roti gandum hitam, hidangan ini melambangkan kehangatan dan kenyamanan rumah.
Di Korea Selatan, Tahun Baru dirayakan dengan tteokguk, sup gurih yang dibuat dengan irisan tipis kue beras dan kaldu sapi. Makan tteokguk melambangkan bertambahnya usia setahun dan merupakan tradisi yang dijunjung tinggi di antara keluarga.
Selama Hanukkah, keluarga Yahudi menyalakan menorah dan menikmati roti kepang khusus yang disebut challah. Roti manis yang diperkaya telur ini sering disajikan bersama hidangan hari raya, yang melambangkan kekayaan hidup dan kegembiraan berkumpul bersama keluarga.
Stollen, roti yang dihiasi buah, merupakan sajian klasik Natal Jerman. Ditaburi gula bubuk, roti ini tampak seperti salju, yang melambangkan musim perayaan. Secara tradisional, roti ini dinikmati dengan secangkir anggur hangat berbumbu.
Minuman beraroma rempah dan lembut ini merupakan minuman favorit di hari raya di Amerika Utara. Terbuat dari susu, krim, gula, telur kocok, dan sering dicampur dengan rum atau bourbon, eggnog menghadirkan kehangatan dan keceriaan dalam acara kumpul-kumpul.
Di negara-negara Skandinavia, glögg, anggur yang dibumbui dengan rempah-rempah, disajikan selama musim liburan. Biasanya anggur ini dicampur dengan rempah-rempah yang menghangatkan seperti kayu manis, kapulaga, dan cengkeh, sehingga menjadi minuman yang sempurna untuk dinikmati di dekat perapian.
Di berbagai budaya, makanan merupakan media yang ampuh yang menghubungkan kita dengan akar budaya dan satu sama lain. Musim liburan adalah waktu untuk berkumpul, berbagi makanan, dan merayakan tradisi yang mencerminkan jati diri kita. Baik aroma kalkun panggang yang tercium di udara atau manisnya panettone, hidangan ikonik ini mengingatkan kita akan kegembiraan dan kehangatan yang dihadirkan oleh musim liburan. Terapkan adat istiadat kuliner ini dan ciptakan tradisi lezat Anda sendiri untuk tahun-tahun mendatang!