Menjelang akhir tahun, berbagai budaya di seluruh dunia menjadi hidup dengan perayaan yang meriah dan tradisi yang dijunjung tinggi. Makanan memainkan peran utama dalam perayaan ini, yang sering kali melambangkan kelimpahan, keberuntungan, dan kebersamaan. Dari hidangan gurih hingga kudapan manis, berbagai makanan unik yang disiapkan selama perayaan akhir tahun mencerminkan keragaman budaya global. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa kuliner paling istimewa yang menandai momen-momen penuh suka cita ini.
Di rumah tangga Yahudi, Hanukkah dirayakan dengan menggoreng latkes (panekuk kentang) dan sufganiyot (donat isi jeli) yang lezat. Tindakan menggoreng dalam minyak memperingati keajaiban minyak yang bertahan selama delapan hari di Kuil kuno. Latkes, yang renyah di luar dan lembut di dalam, biasanya disajikan dengan saus apel atau krim asam, sedangkan sufganiyot ditaburi gula bubuk dan diisi dengan selai atau puding manis. Makanan ini tidak hanya membawa kegembiraan tetapi juga berfungsi sebagai pengingat ketahanan dan keimanan.
Selama musim perayaan, keluarga-keluarga di Meksiko dan di seluruh AS menyiapkan tamale, yang terdiri dari masa (adonan jagung) yang diisi dengan berbagai bahan seperti daging, keju, atau sayuran, dibungkus dengan kulit jagung dan dikukus. Persiapan tamale sering kali merupakan kegiatan bersama, yang mempertemukan keluarga untuk berbagi kerja keras dan kegembiraan dalam menciptakan hidangan yang disukai ini. Tamale biasanya dinikmati selama perayaan Natal dan Tahun Baru, yang melambangkan kehangatan kumpul keluarga dan warisan budaya.
Berasal dari Milan, Panettone adalah roti manis yang dibuat dari ragi dan diisi dengan manisan buah-buahan dan kulit jeruk. Secara tradisional, roti ini dinikmati pada Malam Natal atau Tahun Baru. Roti besar ini sering disajikan dengan segelas anggur atau minuman panas. Pembuatan Panettone dianggap sebagai bentuk seni, dengan banyak pembuat roti menghabiskan waktu berhari-hari untuk menyempurnakan adonan dan rasa. Makanan ini mewujudkan semangat kemeriahan dan kemewahan yang menjadi ciri khas perayaan hari raya Italia.
Bûche de Noël, atau kue Yule log, adalah hidangan penutup tradisional Prancis yang disajikan selama Natal. Terbuat dari kue spons ringan yang digulung dan diisi dengan krim mentega cokelat atau kopi, kue ini dihias menyerupai batang kayu, sering kali dihiasi dengan jamur marzipan dan gula bubuk agar menyerupai salju. Hidangan penutup ini tidak hanya menggiurkan selera tetapi juga membawa pesona perayaan musim dingin Prancis, yang melambangkan kehangatan dan perayaan selama musim dingin.
Di Jepang, tradisi unik selama Natal dan Tahun Baru adalah menikmati Kentucky Fried Chicken. Berkat kampanye pemasaran yang sukses pada tahun 1970-an, KFC telah menjadi pilihan makanan hari raya yang populer, dengan banyak keluarga memesan ayam goreng untuk perayaan mereka. Kebiasaan kuliner yang unik ini menyoroti bagaimana globalisasi memengaruhi tradisi lokal, menciptakan perpaduan budaya seputar makanan.
Di India, akhir tahun sering ditandai dengan acara kumpul-kumpul yang meriah yang dipenuhi dengan makanan manis, dengan Gulab Jamun sebagai makanan favorit. Pangsit kecil dan bulat yang terbuat dari khoya (susu rendah lemak) ini digoreng dan direndam dalam sirup gula yang diberi rasa kapulaga dan air mawar. Disajikan hangat, pangsit ini merupakan simbol perayaan dan keramahtamahan, yang merangkum esensi budaya perayaan India.
Menjelang perayaan Tahun Baru, Australia dan Selandia Baru gemar menyajikan Pavlova, hidangan penutup berbahan dasar meringue yang diberi krim kocok dan buah segar. Dinamai berdasarkan balerina Rusia Anna Pavlova, hidangan penutup yang ringan dan ringan ini melambangkan perayaan musim panas di Belahan Bumi Selatan. Penyajiannya yang cantik dan teksturnya yang manis dan renyah menjadikannya favorit di antara hidangan hari raya.
Di Italia, merupakan kebiasaan untuk menyantap Cotechino (sejenis sosis) yang disajikan dengan kacang lentil pada Malam Tahun Baru. Hidangan ini melambangkan kemakmuran dan keberuntungan untuk tahun mendatang, karena kacang lentil menyerupai koin. Keluarga sering berkumpul di sekitar meja untuk menikmati hidangan lezat ini, menandai transisi ke tahun baru dengan harapan dan kelimpahan.
Stollen adalah roti yang kaya rasa dan berisi buah yang menjadi makanan pokok di pasar Natal Jerman. Roti berbahan dasar ragi ini biasanya dibumbui dengan rempah-rempah, kacang-kacangan, dan buah kering, serta ditaburi gula bubuk. Persiapan Stollen sering kali dimulai beberapa minggu sebelum Natal, sehingga cita rasanya berkembang, sehingga menjadikannya hadiah liburan yang berharga bagi teman dan keluarga.
Di Brasil, semur kacang hitam yang dikenal sebagai Feijoada secara tradisional disajikan selama perayaan Tahun Baru. Dibuat dengan berbagai potongan daging babi dan sapi, hidangan ini kaya akan rasa dan sering disajikan dengan nasi, sawi hijau, dan irisan jeruk. Hidangan ini mencerminkan pengaruh budaya Brasil yang beragam dan merupakan pesta bersama yang mempertemukan keluarga untuk merayakan tahun baru dengan rasa syukur.
Makanan merupakan bagian penting dari perayaan budaya, yang memberikan rasa identitas dan komunitas di seluruh dunia. Saat kita merayakan akhir tahun, mari kita nikmati makanan unik yang menjadi ciri khas tradisi kita, berbagi makanan dengan orang-orang terkasih, dan menciptakan kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Baik Anda menikmati latkes, tamales, atau sepotong Panettone, setiap hidangan memiliki cerita, sejarah, dan perayaan kehidupan itu sendiri.